Tanpa Msg Dan Santan, Ini Materi Yang Digunakan Selaku Pengganti

Posted on

Foto: iStock

Jakarta – MSG dan santan tidak diperbolehkan untuk pasien dengan keadaan khusus. Beberapa materi dipakai pengganti mudah-mudahan kuliner tetap enak.

MSG (monosodium glutamat) menjadi salah satu bumbu yang sering dimasukkan ke dalam masakan. Akan namun materi ini tidak diperkenankan untuk dikonsumsi, utamanya untuk orang sakit.

Walaupun tidak dibumbui dengan MSG, rasa kuliner yang dihasilkan oleh rumah sakit tetaplah enak. Ada trik khusus untuk menjadikannya yakni dengan mencampurkan beberapa materi yang lebih sehat dengan rasa dan sifat yang sama.

Tiny Kurnianih sebagai Kepala Unit Gizi, RS Puri Cinere menerangkan bahwa ada trik khusus yang dilaksanakan untuk hasilkan rasa umami. Pertama yakni dengan menggunakan bumbu yang lebih banyak namun tidak berlebihan.

Selain itu penambahan kaldu ayam dan daging juga sanggup hasilkan rasa umami yang lebih alami. Selain rumah sakit Puri Cinere, Mayapada Hospital Lebak Bulus juga memajukan rasa dengan penggunaan bumbu dasar.

“Kami menyertakan bawang putih, bawang bombay dan taburan bawang goreng,” terang Rini Siti Haerani S.Gz, Ahli Gizi Mayapada Hospital Lebak Bulus dikala dijumpai Detikfood. Rini juga menyertakan bahwa dirinya dan tim coba terapkan penggunaan daun salam yang disertakan dengan kaldu ayam dalam proses pengerjaan bubur putih sehingga menciptakan aroma dan bau yang sanggup optimalkan nafsu makan pasien.

Pasien tanpa pembatasan makanan khusus menyerupai ibu melahirkan atau patah tulang tanpa infus sanggup diberikan kuliner bebas. Tapi untuk pasien dengan pembatasan makanan yang tidak diperbolehkan konsumsi lemak merubah santan dengan susu cair non fat.

“Misalnya pembatasan makanan biasa menunya sayur asem, nah kita penyesuaian untuk pembatasan makanan lunak lambung sanggup diberi bening labu siam. Isinya sama tidak merubah konten, cuma satu bumbunya yang satu asem yang satu bening sehingga katering tidak kesusahan dalam antisipasi makannya,” terang Tiny.

Sedangkan untuk pasien dengan diabetes dan jantung, rumah sakit menggunakan produk khusus untuk mengolah kuliner dan snack. Produk-produk menyerupai gula, madu dan sirup khusus (diet) serta garam dan kecap khusus yang kondusif dipakai untuk menciptakan sajian pasien dengan keadaan tertentu.

Sumber detik.com